Jumat, 17 Mei 2013

CITRA VISUAL PENYAJI BERITA PEREMPUAN DALAM PROGRAM BERITA TELEVISI DI BULAN RAMADHAN



Winny Gunarti dan Yasraf Amir Piliang.
Program berita televisi (TV) merupakan produk tontonan yang didesain untuk memenuhi kebutuhan penonton akan informasi. Struktur program berita TV  tidak hanya dibangun melalui perancangan konten tetapi juga dari aspek-aspek visual yang saling berkaitan, di antaranya adalah  penampilan para penyaji berita (news anchor) sebagai figur pembawa berita yang informasinya dianggap dapat dipercaya kebenarannya.  
Saat ini, peran penyaji berita perempuan (news anchorwomen di sejumlah saluran televisi swasta dan nasional di Indonesia menunjukkan keberadaan yang signifikan. Penyaji berita perempuan menjadi salah satu elemen visual yang dianggap dapat mengundang daya tarik penonton, baik dari segi penampilan fisik maupun dari gaya dan cara mereportasekan berita. Penampilan penyaji berita perempuan secara tidak langsung berkaitan  dengan kepentingan bisnis produksi, sehingga program berita TV saat ini telah menjadi bagian dari industrialisasi media.
Di dalam produksi program berita TV, baik penyaji berita laki-laki maupun perempuan pada dasarnya dipersiapkan dengan konsep produksi yang sama. Akan tetapi, sebagaimana dikatakan Lott (1985:54 dalam Smee, 2004:13) kinerja yang sama oleh perempuan dan laki-laki tidak menghasilkan evaluasi yang sama. Penyaji berita perempuan menjadi terlihat atau dilihat berbeda karena citra visual perempuan tidak dapat dipisahkan dari wilayah tubuh perempuan itu sendiri, yaitu konsep kecantikan secara lahiriah. Dalam konteks realitas media, citra visual perempuan sebagai  figur yang berperan di dalam program berita TV dianggap telah dikonstruksi dengan tujuan mempersuasi penonton. Konstruksi di dalam studi ini diartikan sebagai ‘desain dan interpretasi’ (Endarmoko, 2007:334)  terhadap citra visual. 
Dengan kata lain, citra visual penyaji berita perempuan merupakan bagian dari rancangan program yang memiliki nilai jual untuk memenuhi kebutuhan penonton yang heterogen. Bulan Ramadhan yang senantiasa dinantikan masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim juga menjadi momen potensial bagi kreator TV untuk berlomba-lomba menampilkan program tontonan yang mencitrakan  nilai-nilai keislaman. Hal ini tidak hanya berlaku untuk program hiburan, tetapi juga program informasi. Salah satunya adalah melalui citra visual penyaji berita perempuan dalam program berita TV. 
Dalam perspektif  budaya visual (visual culture),  citra visual penyaji berita perempuan merupakan subjek yang berperan di dalam program berita TV yang  dapat membentuk persepsi di masyarakat. Budaya visual menurut Mirzoeff  (1999:5) adalah bentuk tatap muka konsumen dengan teknologi visual untuk memenuhi kebutuhan akan informasi, makna, atau kesenangan.
Di bulan suci Ramadhan, kewajiban berpuasa (shaum) bagi setiap Muslim secara tidak langsung membatasi upaya-upaya pemenuhan kebutuhan tersebut. Puasa yang dimaknai sebagai upaya menahan dan mengendalikan diri dari segala urusan dunia diberlakukan atas seluruh anggota tubuh, termasuk hati dan pikiran (Shihab, 1996:522). Oleh karenanya, segala bentuk visual yang dianggap mengganggu hakikat ibadah puasa harus dihindari.  Pemahaman ini diterjemahkan oleh para kreator program berita TV dengan melakukan konstruksi penampilan  penyaji berita perempuan, di mana secara visual mereka ditampilkan dengan gaya busana muslimat atau perempuan Muslim yang lebih tertutup.
Dalam konteks agama, dikatakan Piliang (2011: xix), “Agama adalah sebuah tegangan antara kepatuhan dan aturan, antara hasrat dan pembatasan, antara doktrin dan kreativitas, antara ajaran dan imajinasi. Agama memerlukan imajinasi, karena ia adalah proses pembacaan, yaitu pembacaan ayat atau tanda ketuhanan (al-āyāt)”. Dengan kata lain, kreativitas manusia dan imajinasi yang ditimbulkannya juga memiliki tempat di dalam agama untuk diinterpretasikan.
Pada struktur program berita TV, relasi yang terjadi di antara tanda-tanda visual sebagai konstruksi dari citra visual penyaji berita perempuan menjadi permasalahan yang menarik. Bagaimana citra visual penyaji berita perempuan dalam program berita TV  di bulan Ramadhan didesain  menjadi tanda-tanda visual yang bermakna keislaman menurut  kebudayaan  masyarakat?
Studi ini memfokuskan pembahasan pada citra visual penyaji berita perempuan melalui struktur citra penampilan secara fisik sebagai aspek visual  nonverbal  yang  mendukung  penyajian konten program. Adapun objek kajian dipilih secara random dari salah satu tampilan program berita TV di bulan Ramadhan.