Winny Gunarti dan Yasraf
Amir Piliang.
Program berita televisi (TV) merupakan produk tontonan yang didesain
untuk memenuhi kebutuhan penonton akan informasi. Struktur program berita TV tidak
hanya dibangun melalui perancangan konten tetapi juga dari aspek-aspek visual yang saling berkaitan, di antaranya adalah penampilan para penyaji berita (news
anchor) sebagai figur pembawa berita yang informasinya
dianggap dapat dipercaya kebenarannya.
Saat ini, peran penyaji
berita perempuan (news anchorwomen) di sejumlah saluran televisi swasta dan nasional di
Indonesia menunjukkan keberadaan yang signifikan. Penyaji berita perempuan
menjadi salah satu elemen visual yang dianggap dapat mengundang daya tarik
penonton, baik dari segi penampilan fisik maupun dari gaya dan cara mereportasekan berita. Penampilan penyaji berita perempuan
secara tidak langsung berkaitan dengan
kepentingan bisnis produksi, sehingga program berita TV saat ini telah menjadi bagian dari industrialisasi media.
Di
dalam produksi program berita TV, baik penyaji berita laki-laki maupun perempuan
pada dasarnya dipersiapkan dengan konsep produksi yang sama. Akan tetapi,
sebagaimana dikatakan Lott (1985:54 dalam Smee, 2004:13)
kinerja yang sama oleh perempuan dan laki-laki tidak menghasilkan evaluasi yang
sama. Penyaji berita perempuan menjadi terlihat atau
dilihat berbeda karena citra visual perempuan
tidak dapat dipisahkan dari wilayah tubuh perempuan itu sendiri, yaitu konsep kecantikan
secara lahiriah. Dalam konteks realitas
media, citra visual perempuan sebagai figur yang berperan di dalam program berita TV dianggap telah dikonstruksi dengan tujuan
mempersuasi penonton. Konstruksi di dalam studi ini diartikan sebagai
‘desain dan interpretasi’
(Endarmoko, 2007:334) terhadap citra
visual.
Dengan
kata lain, citra visual penyaji berita perempuan merupakan bagian dari
rancangan program yang memiliki nilai jual untuk memenuhi kebutuhan penonton
yang heterogen. Bulan Ramadhan yang senantiasa dinantikan masyarakat Indonesia
yang mayoritas Muslim juga menjadi momen potensial bagi kreator TV untuk
berlomba-lomba menampilkan program tontonan yang mencitrakan nilai-nilai
keislaman. Hal ini tidak hanya berlaku untuk program hiburan, tetapi juga
program informasi. Salah satunya adalah melalui citra visual penyaji berita
perempuan dalam program berita TV.
Dalam perspektif budaya
visual (visual culture), citra
visual penyaji berita perempuan merupakan subjek yang berperan di dalam program berita TV yang dapat
membentuk persepsi di masyarakat. Budaya visual menurut Mirzoeff (1999:5)
adalah bentuk tatap muka konsumen dengan teknologi visual untuk memenuhi
kebutuhan akan informasi, makna, atau kesenangan.
Di
bulan suci Ramadhan, kewajiban berpuasa (shaum) bagi setiap Muslim
secara tidak langsung membatasi upaya-upaya pemenuhan kebutuhan tersebut. Puasa
yang dimaknai sebagai upaya menahan dan mengendalikan diri dari segala urusan
dunia diberlakukan atas seluruh anggota tubuh, termasuk hati dan pikiran
(Shihab, 1996:522). Oleh karenanya, segala bentuk visual yang dianggap mengganggu
hakikat ibadah puasa harus dihindari. Pemahaman
ini diterjemahkan oleh para kreator program berita TV dengan melakukan
konstruksi penampilan penyaji berita perempuan,
di mana secara visual mereka ditampilkan dengan gaya busana muslimat atau
perempuan Muslim yang lebih tertutup.
Dalam
konteks agama, dikatakan Piliang (2011: xix),
“Agama adalah sebuah tegangan antara kepatuhan dan aturan, antara hasrat dan
pembatasan, antara doktrin dan kreativitas, antara ajaran dan imajinasi. Agama
memerlukan imajinasi, karena ia adalah proses pembacaan, yaitu pembacaan ayat
atau tanda ketuhanan (al-āyāt)”. Dengan kata lain, kreativitas manusia
dan imajinasi yang ditimbulkannya juga memiliki tempat di dalam agama untuk
diinterpretasikan.
Pada
struktur program berita TV, relasi yang terjadi di antara tanda-tanda visual
sebagai konstruksi dari citra visual penyaji berita perempuan menjadi
permasalahan yang menarik. Bagaimana citra visual penyaji berita perempuan
dalam program berita TV di bulan Ramadhan didesain menjadi tanda-tanda
visual yang bermakna keislaman
menurut kebudayaan masyarakat?
Studi
ini memfokuskan pembahasan pada citra visual penyaji berita perempuan melalui
struktur citra penampilan secara fisik sebagai aspek
visual nonverbal yang mendukung penyajian
konten program. Adapun objek kajian dipilih secara random dari salah
satu tampilan program berita TV di bulan Ramadhan.

mintak html template nya dong,, bagus bnget
BalasHapuswww.deluxetemplates.net aku minta kemaren di alamat itu, semoga bermanfaat
BalasHapus